Song

Selasa, 23 Februari 2016

MAKALAH “CARA PEMBUATAN TEMPE”


[Enter Post Title Here]




MAKALAH
“CARA PEMBUATAN TEMPE”


KELOMPOK 8

Ketua Kelompok : Chayaningsih
Sekertaris : Alviana Ummu Salamah
Anggota :
1.  Annisa Tiara
2.  M. Irfi Alfarez
3.  M. Farid Al Fitro
Top of Form
Bottom of Form
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt.  Atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya sehingga kelompok kami dapat menulis makalah ini untuk menyelesaikan tugas akhir kelas IX dalam materi ujian praktek dengan hasil laporan cara pembuatan tempe ini sebagaimana mestinya.
            Penyelesaian makalah ini menjadi salah satu tugas dalam mata pelajaran Biologi. Oleh karena itu, penyusun makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini.
            Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada  guru pembimbing yang selalu memberi banyak masukan sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan juga kepada teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, meskipun namanya tidak dapat disebutkan oleh kami satu persatu serta kepada orang tua kami yang selalu mendukung kami dalam tugas pembuatan makalah serta praktek.
            Kami menyadari bahwa makalah ini belum terbilang dalam kata sempurna karena, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kami. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan pada pembuatan makalah ini.
            Akhirnya kami sangat  berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.



 Tangerang, 22 Februari 2015

                                                                                                         Kelompok 8



DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................        1
KATA PENGANTAR .....................................................         2
DAFTAR ISI ...............................................................    3
BAB I PENDAHULUA ........................................... ...    4
A.   Latar Belakang ............................................................    4
B.   Rumusan Masalah  ......................................................    4
C.   Tujuan Penulisan .........................................................    4
D.   Manfaat Penulisan .......................................................       4
BAB II PEMBAHASAN .............................................. 5
Pengertian  ...........................................  6
 1. Alat..................................................................  6
2.Bahan...................................................................7
3. Tahap-tahap Pembuatan Tempe...................8
4. Catatan penting ....................................      11
BAB III PENUTUP       .................................................      12
A.   Kesimpulan ................................................................          12
B.   Saran ..........................................................................           12













BAB I
PENDAHULUAN
1.    LATAR BELAKANG
Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat.Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian maupun peternakan. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum terlalu disadari  oleh masyarakat umum.
2.   RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan :
Bagaimanakah proses pembuatan tempe dengan peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe?
3.   TUJUAN
Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi, serta dengan tujuan agar pembaca dapat mengerti tentang gizi yang terkandung dalam kedelai setelah diolah menjadi tempe, serta pembaca dapat mengerti cara pembuatan tempe kedelai dengan baik dan benar.
Tidak lupa juga agar para siswa mengerti tentang cara mendirikan pabrik rumahan sendiri, karena ditengah sulitnya perekonomian saat ini menuntut semua orang untuk meciptakan lapangan pekerjaan sendiri bukan hanya bergantung dari pekerjaan yang diberikan orang lain kepada kita.
4.  MANFAAT PENULISAN
Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, diharapkan laporan dalam makalah ini ini dapat memberikan kontribusi teori bagi penulisan makalah yang lain yang sejenis dengan judul MAKALAH PEEMBUATAN TEMPE.
Secara praktis, hasil penulisan makalah ini diharapkan juga dapat bermanfaat sebagai berikut :
1)    Menjadi bahan masukan berbagai pihak dalam menganalisis peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe
2)    Menjadi sumber acuan bagi masyarakat atau siapapun yang hendak melakukan penulisaan makalah dan ada kaitannya dengan pengaruh peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe serta bagaimana proses pembuatan tempe.
BAB II
PEMBAHASAN
Penggertian
Cara pembuatan tempe secara sederhana atau tradisional adalah cara pembuatan tempe yang biasa dilakukan oleh para pengrajin tempe di Indonesia. Kedelai setelah dilakukan sortasi (untuk memilih kedelai yang baik dan bersih) dicuci sampai bersih, kemudian direbus yang waktu perebusannya berbeda-beda tergantung dari banyaknya kedelai dan biasanya berkisar antara 60-90 menit.
Kedelai yang telah direbus tadi kemudian direndam semalam. Setelah perendaman, kulit kedelai dikupas dan dicuci sampai bersih. Untuk tahap selanjutnya kedelai dapat direbus atau dikukus lagi selama 45-60 menit, tetapi pada umumnya perebusan yang kedua ini jarang dilakukan oleh para pengrajin tempe. Kedelai setelah didinginkan dan ditiriskan diberi ragi tempe, dicampur rata kemudian dibungkus dan dilakukan pemeraman selama 36-48 jam
Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging.  Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Teknik telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu  dengan prosedur pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp., pada biji kedelai.
Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe.
Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan enzim yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selama masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak menunjukkan aktifitas yang nyata.
Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang berwarna putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama pada tempe yang dibiarkan atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak. Adanya bau amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih terasa sekali pun tempe telah dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa konsumen.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan. Berikut ini adalah cara pembuatan tempe.
1. Alat


  1. Baskom.

  1. Saringan.

  1. Dandang.

  1. Centong

  1. Tampah.

  1. Kompor.

  1. Panci.

  1. Botol.




2. Bahan :
  1. 1 kilogram Kacang kedelai.

  1. 1 gram Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau biakan murni Rhizopus sp.

  1. Beberapa lembar daun pisang


3. Tahap-tahap pembuatan :
      1.     Cucilah tampah, ayakan, dandang, panci, baskom,digunakan, kemudian dikeringkan.
2.      Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
3.      Rebus kacang kedelai selama beberapa menitsambil sesekali di aduk.

4.      Setelah beberapa menit angkat panci yang berisi kedelain.

5.      Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin).

6.      Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.

7.      Setelah bersih, kukus biji kedelai tersebut sampai empuk.

8.      Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan dan dialasi oleh daun pisang, lalu diangin-angin dengan kipas/ dengan cara diaduk-aduk hingga biji-biji kedelai terasa hangat.

9.      Taburkan ragi tempe yang telah disiapkan sedikit demi sedikit menggunakan saringan agar rata serta sambil diaduk-aduk supaya merata (1 gram ragi tempeuntuk 1 kg kedelai).


10. Siapkan botol plastik untuk pembungkus.  Botol plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada semua bagian dengan. Semakin banyak lubang maka akan semakin cepat menjadi tempe. Masukan kedelai yang telah diberi ragitempe(RAPRIMA) ke dalam botol plastik isi sesuai dengan selera.

11. Tutup botol yang sudah berisi kedelai lalu diamkan kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.

4. Catatan penting:
  1. Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan meningkatkan kualitas tempe yang dihasilkan.
  2. Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe 
BAB III
PENUTUP
1.    KESIMPULAN.
Berdasarkan uraian dari makalai ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik rumahan atau usaha sendiri sangatlah menunjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta dapat pula menciptakan manusia yang kreatif, cerdas, dan berusaha untuk maju, dan juga dapat memberikan masukan kepasa pembaca untuk dapat sekiranya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
2.   SARAN.
Bagi masyarakat luas pada umumnya dan bagi para siswa khususnya, bahwasanya kekayaan alamIndonesia sangatlah melimpah, untuk mencerdaskan anak bangsa serta mencukupi sebagian gizinya, kedelai sangatlah besar manfaatnya.
Untuk itu diharapkan cara-cara yang telah disampaikan kami semoga dapat berguna bagi semua pembacanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar