[Enter Post Title
Here]
MAKALAH
“CARA
PEMBUATAN TEMPE”
KELOMPOK
8
Ketua Kelompok : Chayaningsih
Sekertaris
: Alviana Ummu Salamah
Anggota
:
1.
Annisa Tiara
2.
M. Irfi Alfarez
3.
M. Farid Al Fitro
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah
Swt. Atas segala nikmat yang telah
dilimpahkan-Nya sehingga kelompok kami dapat menulis makalah ini untuk
menyelesaikan tugas akhir kelas IX dalam materi ujian praktek dengan hasil laporan
cara pembuatan tempe ini sebagaimana mestinya.
Penyelesaian makalah ini menjadi
salah satu tugas dalam mata pelajaran Biologi. Oleh karena itu, penyusun makalah
ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang
beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini.
Ucapan terima kasih kami ucapkan
kepada guru pembimbing yang selalu
memberi banyak masukan sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan
juga kepada teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
meskipun namanya tidak dapat disebutkan oleh kami satu persatu serta kepada
orang tua kami yang selalu mendukung kami dalam tugas pembuatan makalah serta
praktek.
Kami menyadari bahwa makalah ini
belum terbilang dalam kata sempurna karena, keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan kami. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
berbagai pihak untuk perbaikan pada pembuatan makalah ini.
Akhirnya kami sangat berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi semuanya.
Tangerang, 22 Februari 2015
Kelompok
8
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL .................................................... 1
KATA PENGANTAR
..................................................... 2
DAFTAR ISI
............................................................... 3
BAB I PENDAHULUA
........................................... ... 4
A. Latar Belakang
............................................................ 4
B. Rumusan Masalah
...................................................... 4
C. Tujuan Penulisan
......................................................... 4
D. Manfaat Penulisan
....................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
.............................................. 5
Pengertian
........................................... 6
1. Alat.................................................................. 6
2.Bahan...................................................................7
3. Tahap-tahap
Pembuatan Tempe...................8
4. Catatan penting .................................... 11
BAB III PENUTUP ................................................. 12
A. Kesimpulan ................................................................ 12
B. Saran
.......................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh
masyarakat.Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi.
Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi
pertanian maupun peternakan. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman
dahulu, tetapi hal ini belum terlalu disadari oleh masyarakat umum.
2.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di
atas penulis dapat merumuskan :
Bagaimanakah
proses pembuatan tempe dengan peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam
proses pembuatan tempe?
3. TUJUAN
Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi,
serta dengan tujuan agar pembaca dapat mengerti tentang gizi yang terkandung
dalam kedelai setelah diolah menjadi tempe, serta pembaca dapat mengerti cara
pembuatan tempe kedelai dengan baik dan benar.
Tidak lupa juga agar para siswa mengerti tentang cara mendirikan
pabrik rumahan sendiri, karena ditengah sulitnya perekonomian saat ini menuntut
semua orang untuk meciptakan lapangan pekerjaan sendiri bukan hanya bergantung
dari pekerjaan yang diberikan orang lain kepada kita.
4. MANFAAT PENULISAN
Penulisan
makalah ini diharapkan dapat bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis.
Secara teoritis, diharapkan laporan dalam makalah ini ini dapat memberikan
kontribusi teori bagi penulisan makalah yang lain yang sejenis dengan judul
MAKALAH PEEMBUATAN TEMPE.
Secara
praktis, hasil penulisan makalah ini diharapkan juga dapat bermanfaat sebagai
berikut :
1) Menjadi bahan masukan berbagai pihak dalam
menganalisis peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan
tempe
2) Menjadi sumber acuan bagi masyarakat atau
siapapun yang hendak melakukan penulisaan makalah dan ada kaitannya dengan
pengaruh peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe
serta bagaimana proses pembuatan tempe.
BAB II
PEMBAHASAN
Penggertian
Cara pembuatan tempe secara sederhana atau tradisional adalah cara
pembuatan tempe yang biasa dilakukan oleh para pengrajin tempe di Indonesia.
Kedelai setelah dilakukan sortasi (untuk memilih kedelai yang baik dan bersih)
dicuci sampai bersih, kemudian direbus yang waktu perebusannya berbeda-beda
tergantung dari banyaknya kedelai dan biasanya berkisar antara 60-90 menit.
Kedelai yang telah direbus tadi kemudian direndam semalam. Setelah
perendaman, kulit kedelai dikupas dan dicuci sampai bersih. Untuk tahap selanjutnya
kedelai dapat direbus atau dikukus lagi selama 45-60 menit, tetapi pada umumnya
perebusan yang kedua ini jarang dilakukan oleh para pengrajin tempe. Kedelai
setelah didinginkan dan ditiriskan diberi ragi tempe, dicampur rata kemudian
dibungkus dan dilakukan pemeraman selama 36-48 jam
Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe
sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak
tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara,
seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Teknik telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari
masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan prosedur
pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan
dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak
dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang
digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan
biji-bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya.
Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan
tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus
sp., pada biji kedelai.
Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang
disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai
yang satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk
suatu massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai
tempe.
Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan enzim
yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga
protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selama masa
pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak jenis
mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak menunjukkan
aktifitas yang nyata.
Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut
campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui
masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang berwarna
putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama pada tempe yang dibiarkan
atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak. Adanya bau
amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut mulai mengalami pembusukan.
Bau amoniak ini masih terasa sekali pun tempe telah dimasak, sehingga dapat
menurunkan cita rasa konsumen.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan
agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai
sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan. Berikut ini adalah
cara pembuatan tempe.
1. Alat
- Baskom.
- Saringan.
- Dandang.
- Centong
- Tampah.
- Kompor.
- Panci.
- Botol.
2. Bahan :
- 1
kilogram Kacang kedelai.
- 1 gram Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau
biakan murni Rhizopus sp.
- Beberapa
lembar daun pisang
3. Tahap-tahap pembuatan :
1. Cucilah tampah, ayakan, dandang,
panci, baskom,digunakan, kemudian dikeringkan.
2.
Bersihkan kacang kedelai dari
bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
3.
Rebus kacang kedelai selama
beberapa menitsambil sesekali di aduk.
4.
Setelah beberapa menit angkat
panci yang berisi kedelain.
5.
Rendam kacang kedelai yang
telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi
agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin).
6.
Lepaskan kulit biji kedelai
yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.
7.
Setelah bersih, kukus biji
kedelai tersebut sampai empuk.
8.
Setelah biji kedelai terasa
empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan dan
dialasi oleh daun pisang, lalu diangin-angin dengan kipas/ dengan cara diaduk-aduk
hingga biji-biji kedelai terasa hangat.
9.
Taburkan ragi tempe yang telah
disiapkan sedikit demi sedikit menggunakan saringan agar rata serta sambil
diaduk-aduk supaya merata (1 gram ragi tempeuntuk 1 kg kedelai).
10.
Siapkan botol plastik untuk
pembungkus. Botol plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang
kecil pada semua bagian dengan. Semakin banyak lubang maka akan semakin cepat
menjadi tempe. Masukan kedelai yang telah diberi ragitempe(RAPRIMA) ke dalam
botol plastik isi sesuai dengan selera.
11.
Tutup botol yang sudah berisi
kedelai lalu diamkan kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau
dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
4. Catatan penting:
- Perhatikan
kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan meningkatkan
kualitas tempe yang dihasilkan.
- Suhu
ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN.
Berdasarkan uraian dari makalai ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik
rumahan atau usaha sendiri sangatlah menunjang untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat, serta dapat pula menciptakan manusia yang kreatif, cerdas, dan
berusaha untuk maju, dan juga dapat memberikan masukan kepasa pembaca untuk
dapat sekiranya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
2. SARAN.
Bagi masyarakat luas pada umumnya dan bagi para siswa khususnya,
bahwasanya kekayaan alamIndonesia sangatlah melimpah, untuk mencerdaskan anak
bangsa serta mencukupi sebagian gizinya, kedelai sangatlah besar manfaatnya.
Untuk itu diharapkan cara-cara yang telah disampaikan kami semoga dapat
berguna bagi semua pembacanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar