Kata Pengantar
Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt.
Karena atas rahmatnya dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan
tepat waktu. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita,
habibana wa nabyana Muhammad saw. kepada para sahabatnya, keluarganya dan para
pengikutnya hingga akhir zaman.
Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung tugas ini.
Khususnya, kepada Ibu Sarma yang telah sediannya memberikan informasi kepada
kami.
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi salah
satu tugas mata pelajaran Sosiologi. Observasi ini dilaksanakan pada hari
Sabtu,23 Januari 2016. Observasi ini dilaksanakan di sekitar Kampung Sangiang.
Tiada gading yang tak retak. Dari peribahasa itu, kami
menyadari laporan ini bukanlah karya yang sempurna karena memiliki banyak
kekurangan baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisan. Oleh
karena itu, kami meminta maaf atas semua kesalahan. Akhir kata, semoga laporan
ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca.
Tangerang, 23 Januari 2016
Kelompok 2
Daftar Isi
Kata Pengantar
..................................................................... 1
Daftar Isi...............................................................................
2
BAB I
Pendahuluan
1. Latar
Belakang.............................................................. 3
2. Rumusan
Masalah......................................................... 3
3. Tujuan
Observasi.......................................................... 3
4. Manfaat
Observasi........................................................ 3
BAB II
Tinjauan Teori
A. Pengertian
Kemiskinan.................................................. 4
B. Jenis-Jenis
Kemiskinan................................................. 4
C. Faktor Penyebab Kemiskinan.......................................
5
BAB III
Observasi
A. Hasil
Observasi (Wawancara) ....................................... 6
B. Dokumentasi
.................................................................. 7
BAB IV
Penutup
A. Kesimpulan...............................................................
10
B. Saran
......................................................................... 10
BAB 1
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Masalah-masalah yang terjadi di masyaraka cukuplah banyak seperti masalah
sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, ataupun
masalah-masalah lainnya. Salah satu permasalahan sosial yang ada di Indonesia
yaitu semakin meningkatnya jumlah masyarakat miskin di negara ini. Kemiskinan
sudah menjadi hal yang wajar yang sering terjadi di Indonesia. Kemiskinan dapat
berupa kekurangan pangan, sandang, dan papan. Kemiskinan itu sangat merajalela
di kalangan masyarakat Indonesia.
2.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam observasi ini adalah faktor apa saja yang membuat
seseorang itu miskin? Dan bagaimana cara seseorang memenuhi kebutuhan
sehari-harinya?
3.
Tujuan Observasi
Sejalan dengan perumusan masalah
diatas, observasi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya
kemiskinan sesorang dan mengetahui cara mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari
seseorang. Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Sosiologi.
4. Manfaat Observasi
Kita dapat mengetahui dan belajar banyak dari orang-orang yang kurang
mampu, bahwa kita lebih beruntung dari mereka sehingga kita harus banyak
bersyukur untuk semua yang telat Allah swt. berikan terhadap kita.
BAB 2
Tinjauan Teori
A.
Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan
dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan
merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif
dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan
evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah
mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
- Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan
sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini
dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran
tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk
berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi.
Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini
mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang
ekonomi.
- Gambaran
tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda
melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di
seluruh dunia.
B.
Jenis-Jenis Kemiskinan
1. Kemiskinan Absolut
Seseorang termasuk golongan miskin
absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan dan tidak
cukup untuk menentukan kebutuhan dasar hidupnya. Konsep ini dimaksudkan untuk
menentukan tingkat pendapatan minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik
terhadap makanan, pakaian, dan perumahan untuk menjamin kelangsungan
hidup.
2. Kemiskinan Relatif
Seseorang termasuk golongan miskin
relatif apabila telah dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, tetapi masih
jauh lebih rendah dibandingkan dengan keadaan masyarakat sekitarnya.
Berdasarkan konsep ini, garis kemiskinan akan mengalami perubahan bila tingkat
hidup masyarakat berubah sehingga konsep kemiskinan ini bersifat dinamis atau
akan selalu ada.
3. Kemiskinan Kultural
Seseorang termasuk golongan miskin
kultural apabila sikap orang atau sekelompok masyarakat tersebut tidak mau
berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain
yang membantunya atau dengan kata lain seseorang tersebut miskin karena
sikapnya sendiri yaitu pemalas dan tidak mau memperbaiki kondisinya.
C. Faktor Penyebab Kemiskinan
1. Tingkat
pendidikan
Tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya kualitas
penduduk juga
merupakan salah
satu penyebab kemiskinan di suatu negara. Ini disebabkan karena rendahnya
tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan
ekonomi terutama industry, jelas sekali dibuthkan lebih banyak teanga kerja
yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis.
2.
Kurangnya perhatian dari pemerintah.
Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan
masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor kemiskinan. Pemerintah tidak
dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di
negaranya.
BAB III
Hasil Observasi
A. Hasil Observasi
Dari hasil teori tentang kemiskinan dan
jenis-jenis kemiskinan kami ditugaskan untuk mewawancarai seseorang yang dapat
dikategorikan miskin dan kami ditugaskan untuk menggolongkan narasumber kami
masuk kedalam jenis kemiskinannya. Dan yang kami wawancarai adalah seorang
nenek tua yang bernama Ibu Sarmi.
Laporan hasil wawancara
Hari/tanggal : 23 januari 2016
Tempat wawancara : Kampung Sangiang
Narasumber : Ibu Sarmi
Pewawancara : Kelompok 2
Dari hasil wawancara kami semua
dapat kami ceritakan kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh nenek Sarmi yang
sejak lahir dia sudah tinggal di Kampung Sangiang RT 03/RW 04 bisa dikatakan
cukup memprihatinkan ibu yang memiliki 2 anak dan 6 cucu ini sekarang hanya
tinggal sendirian karena beberapa tahun yang lalu suaminya meninggal dunia dan
sekarang ia hanya hidup sendiri karena anak-anaknya semuanya sudah berkeluarga.
Nenek Sarmi yang berusia 67 tahun ini hidupnya
sangat bergantung dengan masyarakat sekitarnya dan pemberian dari orang lain. Tetapi,
disini ada yang sangat membuat kami terharu adalah nenek Sarmi hanya mau diberi
asalkan orang yang memberinya itu ikhlas dan satu lagi yang membuat kami
terharu adalah ketika nenek Sarmi ada yang memberi uang dia tidak pernah lupa
untuk membaginya dengan orang yang lebih kurang dari dirinya. Saat dia ditanya kebutuhan
sehari-harinya darimana nek? Nenek Sarmi menjawab “ ya... alhamdulilah rezki
ada saja, ada yang memberi makanan dan kadang ada juga yang memberi uang”. (
sambil menangis). Saat masih muda Nenek Sarmi berjualan nasi uduk tapi sekarang
dia sudah tidak mampu lagi dan dia juga tidak mempunyai modal untuk berjualan
nasi uduk.
Saat ditanya mengenai mengapa ada
tanaman obat didepan rumahnya nenek Sarmi menjawab bahwa dia menanam itu untuk
orang-orang yang membutuhkan obat herbal, dan dia memberikannya secara ikhlas,
dia mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu dengan uang dia hanya bisa
memberikan tanaman obat yang orang lain butuhkan. Ketika ditanya apa
keinginanya untuk anak cucunya, dia menjawab hanya ingin bisa melihat anak
cucunya bisa sukses. Nenek Sarmi sangat bersyukur walaupun dia tidak punya
apa-apa.
B. Dokumentasi