Song

Selasa, 16 Agustus 2016

MAKALAH SOSIOLOGI KEMISKINAN



Kata Pengantar

Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. Karena atas rahmatnya dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, habibana wa nabyana Muhammad saw. kepada para sahabatnya, keluarganya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung tugas ini. Khususnya, kepada Ibu Sarma yang telah sediannya memberikan informasi kepada kami.
Laporan ini disusun dalam  rangka memenuhi salah satu  tugas mata pelajaran Sosiologi. Observasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu,23 Januari 2016. Observasi ini dilaksanakan di sekitar Kampung Sangiang.
Tiada gading yang tak retak. Dari peribahasa itu, kami menyadari laporan ini bukanlah karya yang sempurna karena memiliki banyak kekurangan baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisan. Oleh karena itu, kami meminta maaf atas semua kesalahan. Akhir kata, semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca.




Tangerang, 23 Januari 2016



Kelompok 2

Daftar Isi
Kata Pengantar ..................................................................... 1
Daftar Isi............................................................................... 2
BAB I
Pendahuluan
1.     Latar Belakang.............................................................. 3
2.     Rumusan Masalah......................................................... 3
3.     Tujuan Observasi.......................................................... 3
4.     Manfaat Observasi........................................................ 3
BAB II
Tinjauan Teori
A.   Pengertian Kemiskinan.................................................. 4
B.   Jenis-Jenis Kemiskinan.................................................  4
C.   Faktor Penyebab Kemiskinan....................................... 5
BAB III
Observasi
A.   Hasil Observasi (Wawancara) ....................................... 6
B.   Dokumentasi .................................................................. 7
BAB IV
Penutup
A.   Kesimpulan............................................................... 10
B.   Saran ......................................................................... 10








BAB 1
PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang
Masalah-masalah yang terjadi di masyaraka cukuplah banyak seperti masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, ataupun masalah-masalah lainnya. Salah satu permasalahan sosial yang ada di Indonesia yaitu semakin meningkatnya jumlah masyarakat miskin di negara ini. Kemiskinan sudah menjadi hal yang wajar yang sering terjadi di Indonesia. Kemiskinan dapat berupa kekurangan pangan, sandang, dan papan. Kemiskinan itu sangat merajalela di kalangan masyarakat Indonesia.

2.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam observasi ini adalah faktor apa saja yang membuat seseorang itu miskin? Dan bagaimana cara seseorang memenuhi kebutuhan sehari-harinya?

3.     Tujuan Observasi
Sejalan dengan perumusan masalah diatas, observasi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya kemiskinan sesorang dan mengetahui cara mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari seseorang. Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Sosiologi.
4.     Manfaat Observasi
Kita dapat mengetahui dan belajar banyak dari orang-orang yang kurang mampu, bahwa kita lebih beruntung dari mereka sehingga kita harus banyak bersyukur untuk semua yang telat Allah swt. berikan terhadap kita.














BAB 2
Tinjauan Teori

A.   Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  1. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  2. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  3. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
B.   Jenis-Jenis Kemiskinan
1. Kemiskinan Absolut 
Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan dan tidak cukup untuk menentukan kebutuhan dasar hidupnya. Konsep ini dimaksudkan untuk menentukan tingkat pendapatan minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik terhadap makanan, pakaian, dan perumahan untuk menjamin kelangsungan hidup. 
2. Kemiskinan Relatif 
Seseorang termasuk golongan miskin relatif apabila telah dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan keadaan masyarakat sekitarnya. Berdasarkan konsep ini, garis kemiskinan akan mengalami perubahan bila tingkat hidup masyarakat berubah sehingga konsep kemiskinan ini bersifat dinamis atau akan selalu ada. 
3. Kemiskinan Kultural 
Seseorang termasuk golongan miskin kultural apabila sikap orang atau sekelompok masyarakat tersebut tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya atau dengan kata lain seseorang tersebut miskin karena sikapnya sendiri yaitu pemalas dan tidak mau memperbaiki kondisinya. 
C.   Faktor Penyebab Kemiskinan
1.     Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya kualitas penduduk juga
merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu negara. Ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industry, jelas sekali dibuthkan lebih banyak teanga kerja yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis.
2.     Kurangnya perhatian dari pemerintah.
Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya.






















BAB III
Hasil Observasi

A.   Hasil Observasi

Dari hasil teori tentang kemiskinan dan jenis-jenis kemiskinan kami ditugaskan untuk mewawancarai seseorang yang dapat dikategorikan miskin dan kami ditugaskan untuk menggolongkan narasumber kami masuk kedalam jenis kemiskinannya. Dan yang kami wawancarai adalah seorang nenek tua yang bernama Ibu Sarmi.

Laporan hasil wawancara
Hari/tanggal : 23 januari 2016
Tempat wawancara : Kampung Sangiang
Narasumber : Ibu Sarmi
Pewawancara : Kelompok 2

Dari hasil wawancara kami semua dapat kami ceritakan kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh nenek Sarmi yang sejak lahir dia sudah tinggal di Kampung Sangiang RT 03/RW 04 bisa dikatakan cukup memprihatinkan ibu yang memiliki 2 anak dan 6 cucu ini sekarang hanya tinggal sendirian karena beberapa tahun yang lalu suaminya meninggal dunia dan sekarang ia hanya hidup sendiri karena anak-anaknya semuanya sudah berkeluarga.

 Nenek Sarmi yang berusia 67 tahun ini hidupnya sangat bergantung dengan masyarakat sekitarnya dan pemberian dari orang lain. Tetapi, disini ada yang sangat membuat kami terharu adalah nenek Sarmi hanya mau diberi asalkan orang yang memberinya itu ikhlas dan satu lagi yang membuat kami terharu adalah ketika nenek Sarmi ada yang memberi uang dia tidak pernah lupa untuk membaginya dengan orang yang lebih kurang dari dirinya. Saat dia ditanya kebutuhan sehari-harinya darimana nek? Nenek Sarmi menjawab “ ya... alhamdulilah rezki ada saja, ada yang memberi makanan dan kadang ada juga yang memberi uang”. ( sambil menangis). Saat masih muda Nenek Sarmi berjualan nasi uduk tapi sekarang dia sudah tidak mampu lagi dan dia juga tidak mempunyai modal untuk berjualan nasi uduk.
Saat ditanya mengenai mengapa ada tanaman obat didepan rumahnya nenek Sarmi menjawab bahwa dia menanam itu untuk orang-orang yang membutuhkan obat herbal, dan dia memberikannya secara ikhlas, dia mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu dengan uang dia hanya bisa memberikan tanaman obat yang orang lain butuhkan. Ketika ditanya apa keinginanya untuk anak cucunya, dia menjawab hanya ingin bisa melihat anak cucunya bisa sukses. Nenek Sarmi sangat bersyukur walaupun dia tidak punya apa-apa.

B.   Dokumentasi




















BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Dari hasil wawancara kami dapat disimpulkan bahwa kehidupan disekitar kita itu masih banyak orang yang kurang mampu. Jadi faktor yang menyebabkan Nenek Sirma dikatakan miskin absolut karena di tidak mempunyai penghasilan sama sekali.Serta dari hasil wawancara kita terhadap Nenek Sarmi kita bisa menggolongkanya kepada kemiskinan absolut karena cara dia memenuhi kebutuhan dia sehari-hari memang sangat bergantung dengan orang lain dan dia benar-benar tidak mempunyai penghasilan yang bahkan dia untuk memenuhi kebutuhan pangan saja harus menunggu ada orang yang memberi, itupun jika ada yang memberi jika tidak ada yang memberi dan tidak ada makan yang bisa dimakan dia akan menyuruh salah satu cucunya untuk meminta makanan ke tetangganya.

B.   Saran
Untuk kita semua tetaplah bersyukur karena masih banyak orang yang kehidupannya kurang dari kita, hanya untuk kebutuhan makan saja dia tidak bisa memenuhi. Jadi tetaplah ingat dengan masih banyaknya masyarakat yang kurang mampu disekitar kita maupun dimana saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar