Dialog:
Alviana : ”Selamat pagi pemirsa, jumpa lagi dengan saya Alviana Ummu Salamah”
Rizqy : “ Dan saya Rizqy Nur Syahputra “
Alviana & Rizqy : “Dalam acara “DIALOG INTERAKTIF” ”
Rizqy : ”Pagi kali ini dialog interaktif akan membahas tentang “KENAKALAN REMAJA
INDONESIA””
Alviana : “Untuk membahas tema kita kali ini saya tidak sendiri, tentunya bersama
para Narasumber Ibu Dian Virdita selaku ketua KNPA Indonesia. Apa kabar
ibu?”
Dian : ”Baik.”.
Rizqy : “Dan di sampingnya juga ada Ibu Winda Ramadhani Psikolog dari Surabaya
dan juga Ibu Chayaningsih guru BK dari SMPN 4 Jakarta. Selamat pagi ibu! “.
Winda dan Chaya : “ Selamat pagi! “
Alviana : “ Terimakasih bu atas kedatanganya di studio kami. Sehubung dengan tema
dialog kali ini yakni tentang kenakalan remaja Indonesia. Apa sih pendapat
tentang kenakalan remaja Indonesia yang saat ini semakin ekstrim atau bisa
dikatakan semakin memburuk?”
Rizqy : “Mungkin saya ingin pendapat dari Ibu Winda terlebih dahulu. “
Winda : “ Iya, pendapat saya tentang kenakalan remaja Indonesia saat ini memang
sangat-sangat mengecewakan, terlebih lagi posisi mereka sekarang ini di
Indonesia sangatlah penting yakni sebagai generasi muda bangsa. “
Rizqy : “ Ok ibu, selanjutnya saya ingin tahu pendapat dari ibu Dian Virdita,
bagaimana pendapat ibu tentang masalah kenakalan remaja Indonesia ini? “
Dian : “ Ya masalah kenakalan remaja di Indonesia saat ini, memang semakin tidak
kondusif dan tidak terkendali. Sikap mereka yang apatis, dan banyak
melakukan tindakan penyimpangan- penyimpangan sosial sangatlah
mengecewakan bangsa kita, apalagi mereka adalah generasi penerus bangsa
yang seharusnya berperilaku baik agar nantinya bisa mengelola negara
Indonesia menjadi negara yang maju dan terpandang di kaca Internasional.
Tetapi saya selaku ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia akan selalu
berusaha menjadi remaja di Indonesia menjadi lebih baik, saya yakin
Indonesia bisa. “
Rizqy : ” Oke, mungkin sekarang saya akan bertanya kepada Ibu Chaya, yang sehari-hari
mengontrol perilaku para remaja di sekolah. Sebenarnya apa saja ya bu, jenis-
jenis perilaku para remaja Indonesia yang umumnya dilakukan dan harus di
benahi ? “
Chaya : “ Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis kenakalan remaja saat ini, contoh kecil ,
membolos sekolah karena tidak suka dengan guru mata pelajaran,banyaknya
remaja yang berpacaran kurang sehat, seperti pegangan tangan, atau banyak
juga para remaja yang bertengkar hanya karena rebutan pacar. Selain itu
semakin banyak remaja yang merokok. Contoh yang paling mengecewakan
adalah hamil diluar pernikahan. “
Alviana :” Setelah kita mengetahui jenis-jenis kenakalan remaja Indonesia. Menurut ibu apa
faktor yang menyebabkan kenakalan remaja semakin marak dilakukan?Apa
pendapat ibu Dian Virdita sebagai ketua Komnas Perlindungan anak indonesia? “
Dian :” Sebenarnya banyak sekali pemicu dari semakin maraknya kenakalan remaja di
Indonesia ini. Mungkin secara garis besar ada 2 faktor yakni internal dan eksternal.
Dari faktor internal bisa jadi karena kepribadian diri sendiri yang buruk, mungkin
karena orang tua kurang memberikan pendidikan karakter, bahkan memang ada
orang tua yang kepribadianya kurang baik, dan akhirnya di contoh ole para anak-
anak. Faktor intrenal yang kedua, yakni dari kontrol pada diri anak sendiri yang
kurang baik, misalnya diajak temanya membolos sekolah, padahal siswa ini tahu
konsekuensinya jika membolos sekolah nanti akan di panggil orang tuanya, namun
karena kontrol diri yang kurang akhirnya diapun terhasutlah oleh ajakan temanya.
Faktor eksternal yakni faktor lingkungan pergaulan anak yang tidak baik akan
membuat dampak yang sangat drastis, dilingkungan bisa mengubah kepribadian
yang baik menjadi tidak baik. Oleh karena itu pilihlah lingkungan pergaulan yang
orangnya berkarakter baik.”
Alviana : “Untuk adik-adik di studio dan dirumah jangan lupa untuk memilih teman yang
memang berkarakter baik. Setelah mengetahui infomasi seputar kenakalan
remaja dari para narasumber kita, mungkin adik-adik di studio ada yang mau
bertanya? Silahkan perkenalkan diri terlebih dahulu! “
Frandica : “ Perkenalkan saya Frandica Jhonanda dari SMPN 25 Jakarta , saya ingin
menanyakan seputar kenakalan remaja ini. Tadi telah di jelaskan bahwa kita
harus pintar-pintar memilih lingkungan serta teman yang baik dalam pergaulan.
Mohon dijelaskan bagaimana cara memilih lingkungan teman yang baik dalam
bergaul? “
Rizqy : “ Iya. Bagaimana ibu Winda, tolong di tanggapi pertanyaan dari adik Frandica.”
Winda : “ Pertanyaan yang sangat bagus, memilih teman sangatlah penting dalam
pergaulan, karena jika memilih teman yang salah akan berdampak malapetaka
bagi kita semua. Cara memilih lingkungan teman yang baik adalah,
kenali karakter setiap orang dari lingkungan tersebut, nah cara mengenalinya
adalah dengan melakukan komunikasi yang baik, dari komunikasi ini bisa dilihat
bagaimana cara bertutur katanya apakah sopan atau tidak.
Alviana : “ Iya terimakasih ibu Winda yang telah memberikan solusinya yang sangat penting
dalam begaul.
Rizqy : “Untuk pemirsa dirumah yang ingin bertanya telepon di nomor 088-880-111.
“(Krrrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnggggggggggggggggggggg) Rupanya
sudah ada telepon yang masuk, hallo! Dengan siapa dimana ??? “
Sarah : “ Halo, dengan Sarah Nabila di Tangerang. “
Rizqy : ” Iya langsung saja pertanyaannya! “
Sarah : “ Iya ibu, saya ingin bertanya kepada Ibu Chaya. Begini ibu, posisi saya sekarang
adalah seorang wanita karier, saya mempunyai anak yang umurnya 15
tahun,yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara saya sebagai orang tua untuk
mengontrol perilaku anak agar tidak bertindak menyimpang atau tidak
terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang negatif , sedangkan saya tidak bisa
24 jam berada disampingnya? . Mohon solusinya, sebelumnya terimakasih
untuk solusinya. “
Alviana : “ Sekarang giliran ibu Chaya mendapatkan pertanyaan, bagaimana ini ibu Chaya,
mohon solusinya! “
Chaya : “ Iya. Untuk ibu Sarah di Tangerang, ibu wanita karier, begitu juga dengan saya.
Seharusnya kita sesama wanita karier memang harus bisa mengontrol perilaku
anak, dan masalahnya adalah bagaimana caranya sedangkan kita tidak 24 jam
berada disampingnya? Caranya adalah dengan meluangkan waktu yang tersisa
untuk keluarga, demi terciptanya keharmonisan keluarga yang sangat
berpengaruh terhadap mental, dan kontrol diri pada anak. Dalam waktu yang
tersisa di rumah itu ibu harus memberikan komunikasi dengan cara memberikan
pendidikan karakter pada anak untuk displin, sopan santun, dan jujur, serta
memberikan siraman rohani agar anak menjadi anak yang baik dan berprinsip. Itu
saja saran saya untuk ibu Sarah di Tangerang. “
Alviana : “ Terimah kasih untuk Ibu Chaya yang telah memberikan sarannya. Saya ingin
bertanya kepada ibu Dian. Bagaimana pandangan ibu dari sisi orang yang
bersalah. Sebenarnya siapa yang patut dipersalahkan atas kejadian-kejadian
kenakalan remaja Indonesia seperti itu? “
Dian : “ Sebenarnya banyak orang-orang yang patut untuk dipersalahkan. Jika kita
meneropong dari segi orang yang mendidik maka kita bisa menyalahkan kepada 2
kelompok perorangan yakni orang tuanya sendiri sebagai pendidik pemula, dan
yang kedua adalah guru selaku orang tua di sekolah. Mengapa harus orang yang
mendidik ? karena tugas pendidik adalah mengubah karakter-karakter pribadi
yang jelek menjadi lebih baik. Tetapi jika kita meneropong dari sisi keamanan
maka yang kita salahkan adalah aparat kepolisian yang kurang menjamin adanya
keamanan. Dan yang terakhir yang patut kita salahkan adalah anak-anak itu
sendiri, karena mereka tidak dapat mengontrol perilaku dirinya.”
Rizqy : “Masih dengan segmen tanya jawab yakni pemirsa studio dengan para
Narasumber. Bagi yang ingin bertanya dimohon untuk berdiri ! Silahkan! .”
Ayu :
“Perkenalkan nama saya Ayu Rizki Wulandari dari SMPN 87 Jakarta, saya ingin
bertanya kepada Ibu Winda tentang cara mengatasi kenakalan remaja saat ini.”
bertanya kepada Ibu Winda tentang cara mengatasi kenakalan remaja saat ini.”
Rizqy :
“Dipersilakan Ibu Winda untuk menjawab
pertanyaan dari adik Ayu dari SMPN
87 Jakarta.”
87 Jakarta.”
Winda :
“Pertanyaan yang cukup bagus, cara mengatasi kenakalan remaja saat ini.
Dengan cara mengajarkan anak belajar disiplin sejak dini dan memilih
lingkungan dengan hal-hal yang positif.”
Dengan cara mengajarkan anak belajar disiplin sejak dini dan memilih
lingkungan dengan hal-hal yang positif.”
Alviana : “Terima kasih kepada Ibu Winda atas sarannya.”
Riaqy : “Bagi yang ingin
bertanya lagi dimohon untuk berdiri ! Silahkan! .”
Razif : “ Perkenalkan nama saya Much. Razif Junadi dari SMP BAKTI KUSUMA Jakarta,
yang saya ingin tanyakan adalah. Kami adalah remaja yang pastinya tidak lepas
dengan dunia maya seperti Facebook, Twitter, e-mail, dan lain sebagainya.
Remaja dini telah banyak yang kecanduan dengan dunia maya tersebut. Yang
saya ingin tanyakan adalah bagaimana caranya agar kita tidak kecanduan dan
fokus dalam belajar ? .”
Alviana : “ Pertanyaan yang sangat menarik, rasanya yang cocok menjawab pertanyaan dari
Rizif dari SMP BAKTI KUSUMA Jakarta ini adalah Ibu Chaya, silahkan Ibu! ”
Chaya :” Pertanyaan yang sangat bagus, cara mengurangi kecanduan dalam dunia maya
adalah dengan mengurangi waktu kita dalam dunia maya, dengan menggantinya
untuk lebih fokus dalam belajar. Mengurangi bukan berarti meniadakan, jadi
masih ada waktu untuk berada dalam dunia maya. Cara efektifnya adalah dengan
mencatat semua aktivitas sehari-hari , lalu buatlah jadwal yang efisien dan
langkah selanjutnya adalah mentaati jadwal yang telah kamu buat. ”
Alviana ; “ Untuk menutup segmen sekaligus dialog interaktif kita kali ini . saya ingin
bertanya kepada ibu Winda sebagai seorang Psikolog, sebenarnya dampak
negatif apa yang akan diterima bagi para remaja akibat kenakalan yang dibuat?”
Winda : “Sebenarnya ada 2 dampak yakni untuk diri sendiri dan orang lain, dampak untuk
diri sendiri adalah dia akan merasa malu karena perilakunya, dan dia akan di
cemooh serta tidak disukai Allah dan orang yang ada di lingkungannya. Dan
dampak bagi orang lain adalah kehidupanya akan terganggu. Ada satu kerugian
bagi suatu negara jika mempunyai remaja yang nakal yakni kemajuan
negaranyadimas depan”
Rizqy : “Baiklah demikian DIALOG INTERAKTIF episode kali ini”
Alviana :” Dalam dialog kali ini ada pesan untuk para remaja Indonesia yakni berperilakulah
sesuai agama dan norma yang kamu anggap benar dan janganlah melakukan
tindakan yang menyimpang”
Rizqy : “Bagi pemirsa di rumah, selamat menjalankan aktivitas anda. ”
Alviana & Rizqy : “Dan sampai jumpa”
Razif : “ Perkenalkan nama saya Much. Razif Junadi dari SMP BAKTI KUSUMA Jakarta,
yang saya ingin tanyakan adalah. Kami adalah remaja yang pastinya tidak lepas
dengan dunia maya seperti Facebook, Twitter, e-mail, dan lain sebagainya.
Remaja dini telah banyak yang kecanduan dengan dunia maya tersebut. Yang
saya ingin tanyakan adalah bagaimana caranya agar kita tidak kecanduan dan
fokus dalam belajar ? .”
Alviana : “ Pertanyaan yang sangat menarik, rasanya yang cocok menjawab pertanyaan dari
Rizif dari SMP BAKTI KUSUMA Jakarta ini adalah Ibu Chaya, silahkan Ibu! ”
Chaya :” Pertanyaan yang sangat bagus, cara mengurangi kecanduan dalam dunia maya
adalah dengan mengurangi waktu kita dalam dunia maya, dengan menggantinya
untuk lebih fokus dalam belajar. Mengurangi bukan berarti meniadakan, jadi
masih ada waktu untuk berada dalam dunia maya. Cara efektifnya adalah dengan
mencatat semua aktivitas sehari-hari , lalu buatlah jadwal yang efisien dan
langkah selanjutnya adalah mentaati jadwal yang telah kamu buat. ”
Alviana ; “ Untuk menutup segmen sekaligus dialog interaktif kita kali ini . saya ingin
bertanya kepada ibu Winda sebagai seorang Psikolog, sebenarnya dampak
negatif apa yang akan diterima bagi para remaja akibat kenakalan yang dibuat?”
Winda : “Sebenarnya ada 2 dampak yakni untuk diri sendiri dan orang lain, dampak untuk
diri sendiri adalah dia akan merasa malu karena perilakunya, dan dia akan di
cemooh serta tidak disukai Allah dan orang yang ada di lingkungannya. Dan
dampak bagi orang lain adalah kehidupanya akan terganggu. Ada satu kerugian
bagi suatu negara jika mempunyai remaja yang nakal yakni kemajuan
negaranyadimas depan”
Rizqy : “Baiklah demikian DIALOG INTERAKTIF episode kali ini”
Alviana :” Dalam dialog kali ini ada pesan untuk para remaja Indonesia yakni berperilakulah
sesuai agama dan norma yang kamu anggap benar dan janganlah melakukan
tindakan yang menyimpang”
Rizqy : “Bagi pemirsa di rumah, selamat menjalankan aktivitas anda. ”
Alviana & Rizqy : “Dan sampai jumpa”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar